Showing posts with label Orgasme. Show all posts
Showing posts with label Orgasme. Show all posts

Sunday, 13 September 2009

Mahasiswi pesta sex dengan pembantu supir tukang kebun

Pak Joko sudah bekerja di tempat ini sejak papaku membeli vila ini sekitar 7 tahun yang lalu, dengan keberadaannya, vila kami terawat baik dan belum pernah kemalingan. Usianya hampir seperti ayahku, 50-an lebih, tubuhnya tinggi kurus dengan kulit hitam terbakar matahari. Aku daridulu sebenarnya berniat mengerjainya, tapi mengingat dia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka kuurungkan niatku.

"Punten Neng, kalau misalnya ada perlu, Bapak pasti ada di rumah kok, tinggal dateng aja" pamitnya. Setelah Pak Joko meninggalkanku, aku membereskan semua bawaanku. Kulempar tubuhku ke atas kasur sambil menarik nafas panjang, lega sekali rasanya lepas dari buku-buku kuliah itu. Cuaca hari itu sangat cerah, matahari bersinar dengan diiringi embusan angin sepoi-sepoi sehingga membuat suasana rileks ini lebih terasa. Aku jadi ingin berenang rasanya, apalagi setelah kulihat kolam renang di belakang airnya bersih sekali, Pak Joko memang telaten merawat vila ini. Segera kuambil perlengkapan renangku dan menuju ke kolam.

Sesampainya disana kurasakan suasanya enak sekali, begitu tenang, yang terdengar hanya kicauan burung dan desiran air ditiup angin. Tiba-tiba muncul kegilaanku, mumpung sepi-sepi begini, bagimana kalau aku berenang tanpa busana saja, toh tidak ada siapa-siapa lagi disini selain aku lagipula aku senang orang mengagumi keindahan tubuhku. Maka tanpa pikir panjang lagi, aku pun melepas satu-persatu semua yang menempel di tubuhku termasuk arloji dan segala perhiasan sampai benar-benar bugil seperti waktu baru dilahirkan. Setelah melepas anting yang terakhir menempel di tubuhku, aku langsung terjun ke kolam. Aahh.. enak sekali rasanya berenang bugil seperti ini, tubuh serasa lebih ringan. Beberapa kali aku bolak-balik dengan beberapa gaya kecuali gaya kupu-kupu ( karena aku tidak bisa, hehe.. )

20 menit lamanya aku berada di kolam, akupun merasa haus dan ingin istirahat sebentar dengan berjemur di pinggir kolam. Aku lalu naik dan mengeringkan tubuhku dengan handuk, setelah kuambil sekaleng coca- cola dari kulkas, aku kembali lagi ke kolam. Kurebahkan tubuhku pada kursi santai disana dan kupakai kacamata hitamku sambil menikmati minumku. Agar kulitku yang putih mulus ini tidak terbakar matahari, kuambil suntan oilku dan kuoleskan di sekujur tubuhku hingga nampak berkilauan. Saking enaknya cuaca di sini membuatku mengantuk, hingga tak terasa aku pun pelan-pelan tertidur. Di tepi kolam itu aku berbaring tanpa sesuatu apapun yang melekat di tubuhku, kecuali sebuah kacamata hitam. Kalau saja saat itu ada maling masuk dan melihat keadaanku seperti itu, tentu aku sudah diperkosanya habis- habisan.

Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh bibir kemaluanku tiba-tiba mataku terbuka dan aku langsung terkejut karena yang kurasakan barusan ternyata bukan sekedar mimpi. Aku melihat seseorang sedang menggerayangi tubuhku dan begitu aku bangun orang itu dengan sigapnya mencengkram bahuku dan membekap mulutku dengan tangannya, mencegah agar aku tidak menjerit. Aku mulai dapat mengenali orang itu, dia adalah Taryo, si penjaga vila tetangga, usianya sekitar 30-an, wajahnya jelek sekali dengan gigi agak tonggos, pipinya yang cekung dan matanya yang lebar itu tepat di depan wajahku. "Sstt.. mendingan Neng nurut aja, di sini udah ga ada siapa-siapa lagi, jadi jangan macam-macam!" ancamnya Aku mengangguk saja walau masih agak terkejut, lalu dia pelan-pelan melepaskan bekapannya pada mulutku "Hehehe.. udah lama saya pengen ngerasain ng***** sama Neng!" katanya sambil matanya menatapi dadaku "Ng***** ya ng*****, tapi yang sopan dong mintanya, gak usah kaya maling gitu!" kataku sewot.

Ternyata tanpa kusadari sejak berenang dia sudah memperhatikanku dari loteng vila majikannya dan itu sering dia lakukan daridulu kalau ada wanita berenang di sini. Mengetahui Pak Joko sedang tidak di sini dan aku tertidur, dia nekad memanjat tembok untuk masuk ke sini. Sebenarnya aku sedang tidak mood untuk ngeseks karena masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifku membuatku BT (birahi tinggi). "Heh, katanya mau merkosa gua, kok belum buka baju juga, dari tadi pegang-pegang doang beraninya!" tantangku. "Hehe, iya Neng abis tetek Neng ini loh, montok banget sampe lupa deh" jawabnya seraya melepas baju lusuhnya. Badannya lumayan jadi juga, walaupun agak kurus dan dekil, penisnya yang sudah tegang cukup besar, seukuran sama punyanya si Wahyu, tukang air yang pernah main denganku (baca Tukang Air, Listrik, dan Bangunan).

Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai menyedot payudaraku yang paling dikaguminya, sementara aku meraih penisnya dengan tanganku serta kukocok hingga kurasakan penis itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai vaginaku dan menggosok-gosok bibirnya. "Eenghh.. terus Tar.. oohh!" desahku sambil meremasi rambut Taryo yang sedang mengisap payudaraku. Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di kemaluanku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk. Aku sampai meremas-remas payudara dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan vaginaku mengeluarkan cairan hangat. Dengan merem melek aku menjambak rambut si Taryo yang sedang menyeruput vaginaku. Perasaan itu berlangsung terus sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah Taryo melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.

Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku, masalahnya nafasnya agak bau, entah bau rokok atau jengkol. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku yang halus tanpa jerawat sampai wajahku basah oleh liurnya. "Gua ga tahan lagi Tar, sini gua emut yang punya lu" kataku. Si Taryo langsung bangkit dan berdiri di sampingku menyodorkan penisnya. Masih dalam posisi berbaring di kursi santai, kugenggam benda itu, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.

Mulutku terisi penuh oleh penisnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala penisnya yang mirip helm itu, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga tubuh pemiliknya bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju- mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan. "Eemmpp.. emmphh.. nngg.. !" aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya. Kepala penis itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan cairan itu, tapi karena banyaknya cairan itu meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar penisnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku, kacamata hitamku juga basah kecipratan maninya.

Kulepaskan kacamata hitam itu, lalu kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa sperma yang menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu terbuka dan Pak Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil. Aku sendiri sempat kaget dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan semua ini pada ortuku. "Eehh.. maaf Neng, Bapak cuma mau ngambil uang Bapak di kamar, ga tau kalo Neng lagi gituan" katanya terbata-bata. Karena sudah tanggung, akupun nekad menawarkan diriku dan berjalan ke arahnya. "Ah.. ga apa-apa Pak, mending Bapak ikutan aja yuk!" godaku. Jakunnya turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke payudaraku. Aku mengelus-elus batangnya dari luar membuatnya terangsang.

Akhirnya dia mulai berani memegang payudaraku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya. "Neng, tetek Neng gede juga yah.. enak yah diginiin sama Bapak?" Sambil tangannya terus meremasi payudaraku. Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka celana panjangnya, setelah itu saya turunkan juga celana kolornya. Nampaklah kemaluannya yang hitam menggantung, jari-jariku pun mulai menggenggamnya. Dalam genggamanku kurasakan benda itu bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan batang di genggamanku itu ke mulut, kujilati dan kuemut- emut hingga pemiliknya mengerang keenakan "Wah, Pak Joko sama majikan sendiri aja malu-malu!" seru si Taryo yang memperhatikan Pak Joko agak grogi menikmati oral seks-ku.

Taryo lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kemaluannya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua penis yang sudah menegang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian Taryo pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku. Aku mulai merasakan ada benda yang menyeruak masuk ke dalam vaginaku. Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci penisnya memasuki vaginaku. Aku disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada payudaraku. Aku menggelinjang tak karuan waktu puting kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada penis Pak Joko makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Pak Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa mulutku dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yang lain makin menghujam ke tubuhku. Perasaan ini sungguh sulit dilukiskan, ketika penis si Taryo menyentuh bagian terdalam dari rahimku dan ketika penis Pak Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan payudara atau meremasi pantatku. Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Pak Joko. Bersamaan dengan itu pula genjotan si Taryo terasa makin bertenaga. Kami pun mencapai orgasme bersamaan, aku dapat merasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, dari selangkanganku meleleh cairan hasil persenggamaan.

Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya. "Neng, boleh ga Bapak masukin anu Bapak ke itunya Neng?" tanya Pak Joko lembut. Saya cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi, "Tapi Neng istirahat aja dulu, kayanya Neng masih cape sih". Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, Taryo duduk di sebelah kiriku dan Pak Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya. Yang satu ditepis yang lain hinggap di bagian lainnya, lama-lama ya aku biarkan saja, lagipula aku menikmatinya kok.

"Neng, Bapak masukin sekarang aja yah, udah ga tahan daritadi belum rasain itunya Neng" kata Pak Joko mengambil posisi berlutut di depanku. Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala merestuinya, dia arahkan penisnya yang panjang dan keras itu ke vaginaku, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir kemaluanku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas penis Taryo yang sedang menjilati leher di bawah telingaku. "Aahh.. Pak cepet masukin dong, udah kebelet nih!" desahku tak tertahankan. Aku meringis saat dia mulai menekan masuk penisnya. Kini vaginaku telah terisi oleh benda hitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk memberi sensasi nikmat ke seluruh tubuh.

"Wah.. seret banget memeknya Neng, kalo tau gini udah dari dulu Bapak *****in" ceracaunya. "Brengsek juga lu, udah bercucu juga masih piktor, gua kira lu alim" kataku dalam hati. Setelah 15 menit dia genjot aku dalam posisi itu, dia melepas penisnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke penisnya. Dengan refleks akupun menggenggam penis itu sambil menurunkan tubuhku hingga benda itu amblas ke dalamku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku yang padat berisi itu, secara bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua payudaraku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut mereka. Pak Joko memperhatikan penisnya sedang keluar masuk di vagina seorang gadis 21 tahun, anak majikannya sendiri, sepertinya dia tak habis pikir betapa untungnya berkesempatan mencicipi tubuh seorang gadis muda yang pasti sudah lama tidak dirasakannya.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika Taryo tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan payudaraku makin tertekan ke wajah Pak Joko. Taryo membuka pantatku dan mengarahkan penisnya ke sana "Aduuh.. pelan-pelan Tar, sakit tau.. aww!" rintihku waktu dia mendorong masuk penisnya. Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua batang penis besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan- lahan berubah menjadi rasa nikmat yang menjalari tubuhku. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika Taryo menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, Taryo malah makin buas menggenjotku. Pak Joko melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut.

Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Pak Joko erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Pak Joko. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, putingku disedot kuat-kuat oleh Pak Joko, dan Taryo menjambak rambutku. Aku lalu merasakan cairan hangat menyembur di dalam vagina dan anusku, di air nampak sedikit cairan putih susu itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan penis masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Eh.. ternyata mereka mengikutiku dan memaksa ikut mandi bersama. Akhirnya kuiyakan saja deh supaya mereka senang. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. Bagian kemaluan dan payudaraku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir "Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih" disambut gelak tawa kami. Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun kembali digarap di kamar mandi.

Hari itu aku dikerjai terus-menerus oleh mereka sampai mereka menginap dan tidur denganku di ranjang spring bed-ku. Sejak itu kalau ada sex party di vila ini, mereka berdua selalu diajak dengan syarat jangan sampai rahasia ini bocor. Aku senang karena ada alat pemuas hasratku, mereka pun senang karena bisa merasakan tubuhku dan teman- teman kuliahku yang masih muda dan cantik.

Monday, 7 September 2009

kakkaku menjerit nikmat saat memek vaginanya dihisap dijilat

Aku punya seorang teman akrab sejak duduk dibangku SMA sampai sama2 lulus dr
fak. ekonomi dan sekarang sama2 bekerja disuatu perusahaan di Jkt. Temanku itu
sama "hobby" nya, yaitu suka main cewek, suka kepanti pijat jari2 lentik dan
karoke, hingga sekarang masih tinggal disatu kamar kost. Sejak kakaku cewek juga
bekerja di Jkt setahun yang lalu, maka temanku ini malah menjadi pacarnya
kakakku bahkan bulan depan akan menikah, walaupun umurnya kakakku lebih tua 2
tahun dr temanku akrabku, Abas, namanya. Memang potongan tubuh kakaku,mbak
Indri,namanya kakakku sesuai dgn kesukaan Abas. Yaitu yg cukup atletis dan
tinggi serta mempunyai payu dara yg cukup menggairahkan. Itu semua dipunyai oleh
mbak Indri. Sedang Abas sendiri mempunyai tubuh yg tegap tinggi dgn dada lebar
dgn penuh bulu, hingga sesuai dgn mbak Indri. Hanya yg aku belum tahu apakah
kakakku cukup agresip dlm hal sex, sebab Abas suka biasanya selalu pilih cewek
yg agresip diatas ranjang. Memang Abas, kuakui dia mempunyai senjata
kejantanannya hebat besar dan panjang hingga membuat cewek2 menjadi ketagihan.
Aku tahu hal ini karena "hobby" nya sama dan sering "salome" dgn dia. Dan Abas
selalu kalau cari cewek yg postur tubuhnya tinggi ,montok persis seperti mbak
Indri. Memang kakakku bentuk tubuhnya ideal dan kencang karena senam terus
sendiriian dikostnya. Hanya soal permainan sexnya aku tak tahu, sebab menurut
pengamatanku mbak Indri belum pernah pacaran, hanya teman2 biasa saja jadi baru
sekali pacaran dgn Abas dan langsung mau nikah.Kalau dgn adik2-nya sendiri dia
cukup bebas bahkan dikostnya Jkt ini saja kalau omong dgnku sering hanya pakai
celana santai dan BH saja, karena hawanya memang panas. Dari situ aku tahu kalau
buah dada mbak Indri cukup besar dan kenyal yg menjadi kegemarannya Abas. Pd
suatu hari menjelang tgl 16/8 saat aku dikamar sendirian mataku tertuju pada
tasnya Abas yg agak terbuka dan didalamnya ada kain warna merah. Aku terusik utk
melihatnya, kubuka tas itu ternyata yg warnah merah itu adalah sepasang celana
dalam wanita mini dr renda merah dgn pakai tali disamping kiri dan kananya dan
BH mini renda merah juga, selain itu ada dildo (Penis tiruan) yg batangnya
ber-bintil2 guna memberi rangsangan pd wanita. Aku jadi merasa aneh, tapi segera
kututup tas tsb.Aku berkhayal, apakah bra dan CD mini itu utk kakaku, lalu dildo
itu utk siapa?. Sebab biasanya yg pakai dildo adalah wanita2 yg kesepian dan tak
punya teman cowok. Saat Abas pulang aku juga tak tanya dan langsung aku tidur.
Paginya aku bangun dan siap2 utk kekost kakakku guna menemaninya sebab menjelang
pertengahan Agustus 1998 yl yg ada isu akan ada huru hara di Jkt, maka hampir
semua anak kost di mbak Indri pulang daerah, juga tantenya kost ngungsi kerumah
anaknya di Cipanas, jadi praktis hanya mbak Indri sendiri yg tinggal dan
pembantunya .Sedang Abas pamit akan pergi kerumah oomnya dulu baru siang nanti
akan menyusul kekostnya kakakku. Setelah Abas pergi dulu dgn Honda Genionya,
maka dgn motor aku pergi santai2 menuju kekost mbak Indri (tapi memang aku tak
bilang dgn Abas kalau mau kekost mbak Indri, sebab mestinya dia yg akan menemani
kakakku). Sampai dirumah kost kakakku, kulihat Honda Genio nya Abbas sudah
disana. Saat itu suasana kost betul2 sepi, karena pembantunya didalam. Kamar
kost mbak Indri memang yg paling besar karena spt pavilliun samping rumah dan
ada terasnya sedikit serta ada kamar mandinya didalam. Kulihat kamarnya mbak
Indri tertutup pintunya, juga gordynnya. Lalu secara meng-endap2 kutempelkan
telingaku dipintu ternyata kudengar suara kakakku dan Abas ber-cakap2. Aku jadi
pengin tahu aja, aku segera kejendela nako yg diujung sebab aku tahu jendela
nako itu tak bisa dikunci jadi bisa dibuka dr luar. Kubuka jendela nako pelan2
lalu dgn menggunakan ballpoint kusingkap sedikit pelan2 gordynnya dan mataku
kudekatkan utk mengintipnya. Astaga firullah...teman2. Benar seperti yg kuduga,
aku melihat Abas yg hanya memakai CD saja dgn kepala penisnya sudah nongol
keluar dr CD nya sedang mendekat ke mbak Indri yg lagi memakai CD mini merah yg
kulihat itu dgn bra nya. Saat2 itu benar2 kakaku Indri tambah begitu sexy dan
merangsang mata laki2 ygmemandangnya termasuk mataku juga. Tubuhnya yg mulus,
putih dan kencang itu hanya tertutupi oleh bra dan CD mini yg sexy saja hingga
membuat darah tersirap naik. Lalu Abas memeluk dan menciumi mbak Indri dgn
meng-dosok2kan kepala penisnya yg nongol keperut mbak Indri. Kakakku tampak
menyerah saja dihujani ciuman itu hanya tangannya saja memeluk erat tubuhnya
Abas. Kemudian Abas menarik kakakku menghadap kaca rias dan mbak Indri
dipeliknya dr belakang. Benar2 kakakku telah menyerahkan seluruh tubuhnya kepada
Abas untuk dipeluk, diciumi, di-raba2 seluruh bagian2 tubuhnya yg terlarang juga
membiarkan buah dadanya yg montok itu di-remas2 oleh Abas. Akhirnya aku melihat
kakaku membiarkan tangannya Abas melepas bra dan CD nya dan juga CD nya sendiri
sehingga keda anak manusia itu benar2 sudah telanjang bulat. Kakaku kemudian
diangkat utk ditidurkan diatas ranjang dan setelah itu dia mengambil dildo yg
saya lihat itu dan segera mereka main 69. Ternyata kakakku tanpa aba2 bisa
langsung memegang penisnya Abbas yg besar dan panjang itu sambil dikocok pelan2
kepalanya langsung dijilati, di-isap2 , dikelamuti dan diemut-emut.Kadang2
penisnya dimasukkan mulutnya sampai hampir separoh dan kemudian di-kenyut2 dgn
mulut dan lidahnya. Abas sendiri langsung menjilati itilnya kakakku lalu
tangannya yg kiri meng-elus jembutnya dan selakangan paha antara lubang vagina
dan anus dr kakakku sedang tangan kanannya memainkan dildo yg berbintil itu
kelubang vaginanya mbak Indri. otomatis dikerjain begitu kakakku tak kuat
menahan keri dan nikmatnya sehingga kedua kakinya terus ber-gerak2 dan tubuhnya
tampak menggelinjang-gelinjang serta kadang mengeluarkan suara rintihan
kenikmatan. Melihat itu penisku pun langsung tegak berdiri. Terdengar kakakku
berteriak pelan,rupanya mak Indri sudah klimaks sebab saat dildonya ditarik
keluar tampak dibintilnya nempel lendir2 yg kendal dan Abas lalu membuka lebar
lubang vaginanya dgn kedua tangan seraya mulutnya langsung mencucup dan
menyedotnya kuat2 hingga kakkaku menjerit nikmat lagi.Setelah itu nampak Abas
menjilati bibir2 vaginanya mungkin utk membersihkan lendirnya mak Indri yg
tercecer. Abas lalu duduk dipinggir tempat tidur dgn kaki dibawah dan mbak Indri
kemudian disuruh naik menghadapnya dgn posisi penisnya persis bisa masuk lubang
vaginanya mak Indri. Lalu mak Indri didekap erat2 sambil digoyangkan tengkurap
kedepan lalu kemudian tidur kebelakang, hingga penisnya Abas benar2 me-nyodok2
vaginaya mbak Indri. Aku sempat dengar:Mas, waaah rasane niiikmat bangeeet
maaaas, Kontolmu anget banget rasane ning memekku. Ojo sampe lepas yo mas!".
Kemudian Abas berdiri dgn tetap membopong mbak Indri didepan dan penisnya tetap
menyodok dlm vaginanya mbak Indri, kemudian Abas jalan2 kesana kemari, baru
setelah itu mbak Indri ditidurkan diranjang tubuhnya sedang kedua kakinya
menjulur kelantai. Lalu pantatnya mbak Indri diganjal bantal dan kemudian kedua
kakinya diangkat tinggi2 dan dilebarkan dgn kedua tangannya Abas sehingga lubang
vaginanya kakakku mengganga dan kemudian penisnya yg besar panjang itu mulai
ditembakkan kevaginya. Begitu pantatnya Abas disentakkan dgn keras maju sehingga
penisnya menghujam dgn keras pula bllleeeeesss kevaginanya kakakku, langsung
mbak Indri meronta tak tahan mearakan kenikmatan yg terjadi divagina dan sekujur
tubuhnya. Tapi Abas dgn tenang dan pasti tetap menghujamkan ters penisnya dan
bahkan makin lama makin dipercepat frekwnsinya hingga tangannya hanya bisa
meremas kain sprei hingga lepas serta mem-banting2-kan kepalanya tanda luar bias
nikmat yg dirasakannya. Cukup lama juga adegan itu, tetapi saat napasnya Abas
mulai memburu tanda mau menyemprotkan air maninya, tak kuduga penisnya malah
dicabut dr vaginanya mbak Indri dan segera disodorkan kemulutnya kakakku dan
tanpa basa basi langsung penisnya yg kelihatan tegang sekali itu hingga
kelihatan seluruh otot2nya segera dikocok kuat2 oleh mbak Indri dan kepalanya
ditaruh didepan bibirnya. Benar juga beberapa saat kemudian, Abas berteriak dan
menyemprottlah air maninya kemulut kakakku dan landung lubang penisnya di-isap2
terus utk menyedot habis air mani yg masi berada disaluran batang peninya sambil
me-remas2 kantong baksonya. Setelah di-isap2, kemudian penisnya di-pijit dan
di-pilin2 sehingga masih tetesan2 mani yg keluar dan langsung dijilatinya sampai
bersih.Cerita Seks Dewasa - Vagina Gadis Cantik Perawan - Payudara Besar ...Setelah terbaring lemas di sofa beberapa saat, Mbak Ambar kembali ... Sungguh luar biasa, nikmat sekali rasanya batang penisku di dalam memek Mbak Ambar, hangat, lembab, basah, dan serasa dihisap masuk ke dalam lubang sempit yang berulir. ... Mbak Ambar menjerit kencang, badannya mengejang, ditekannya memeknya ke ...gratis45.com/ceritaseks/mbakambar.htmlMuridku yang Perkasa | Seputar Memek dan VaginaSeputar Memek dan Vagina. Cerita dan Foto Memek, Ngentot, Artis dan Bukan Artis. ... Oh ya, Sandi ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD. Sandi sangat sopan dan tahu diri. .... Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat ... Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. ...memek.sensualwriter.com/2007/08/.../muridku-yang-perkasa/ Aku,Kak Rudi Dan Mama - +18 CERITA SEX 18+Akh.. nikmatnya saat jari-jemari mama yang panjang lemtik dan telapak ... “Naaakk, vagina mama di hisap yaa..!” Aku langsung membungkuk dan menjiati seluruh permukaan memeknya. ... Terlihat dari ekspresi wajah mama, mama mendesah nikmat, mengerang dan menjerit pelan saat kenikmatan yang mama rasakan makin memuncak. ...kenny88.xtgem.com/cerita/sex07/44 My Blog | memekDaud maju dan tiba-tiba menyergapnya Marina siap menjerit, tetapi Daud dengan ... dibiarkannya payudara kiri dan kanannya dijilati dan dihisap oleh Daud. .... Setelah beberapa saat lidah mereka saling berpilin, tangan Om Jalil mulai ... tersemburlah cairan nikmat dari batang penis Om Jalil ke dalam vagina Ria. ...bugil4udotcom.blog.friendster.com/tag/memek/ Find 'TESIS 18 : PERAYAAN NILAI A 02' and more free gay erotic ...Dio tersentak nikmat saat Angga tiba-tiba menggenggam kontolnya dan mengocok .... Sandra menjerit nikmat. Angga yang sudah di ujung klimak menghajar memek ...www.menonthenet.com/EroticStories/index.cfm?m... kado ulang tahun tuk mama | FacebookIni merupakan tulisan Fikki yang ketiga di 17Tahun.com, meskipun saat ini aku .... ringan tak jarang mengeluarkan jeritan kecil saat vaginanya dihisap suaminya, ... kamu lahir dari lubang ini, sekarang coba kamu rasakan nikmatnya memek Mama! ... Mamanya juga tak segan-segan mendesah atau menjerit kecil ketika dia ...mk-mk.facebook.com/topic.php?uid=100280365785...Wina, Gadis Pemijat Langgananku |Terasa kontolku seperti diremas dan dihisap lebih dalam ke vaginanya. ... Wina menjerit-jerit nikmat saat kontolku menghunjam vaginanya. ...cewekina.net/wina-gadis-pemijat-langgananku/Silakan Perkosa Istriku « Cerita Seru Beauty and the Beast“Bang nggak bosen-bosen mainin memek Mbak Reni,” tanya Aldo yang duduk di ... Bob lalu melepas rokok itu dari jepitan vagina Reni. Dihisapnya dalam-dalam. ... Ughhhh… rasanya jauh lebih nikmat dibanding saat ia mengoral penisku .... Kadang ditariknya kedua putting Reni hingga istriku menjerit-jerit minta ampun. ...kisahbb.wordpress.com/2009/08/28/silakan-perkosa-istriku/ Cerita Seks – Ngentot Cewek SMA bispak Toketnya Gede Emang Enak ...Apalagi nanti kalo dah gede ya ? memeknya soak kali ye :P .... Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi dengan gaya doggy-style. ... Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk dihisapnya. .... Ingin kurasakan nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini. ...
bergairah.org/cerita-seks-ngentot-cewek-sma-bispak-toketnya-gede-emang-enak/ -